Sabtu, 14 Januari 2023

TELAAH PRAKTIK BAIK PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN ( KESIMPULAN TOPIK 5)


Dalam sejarah perjalanan perjuangan kemerdekaan Indonesia, ada 3 hal yang diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa diantaranya perjuangan kemerdekaan, perjuangan pendidikan, dan perjuangan kebudayaan. Ketiga hal ini tentunya saling berkaitan karena tanpa adanya kemerdekaan, pendidikan di Indonesia tidak akan bisa dirasakan seperti sekarang ini. Tanpa pendidikan, kelestarian kebudayaan di Indonesia tidak akan terjaga.

Satu hal yang menarik dari pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah mendidik anak harus sesuai kodratnya baik itu kodrat zaman maupun kodrat alam. Hal itu sesuai dengan keanekaragaman masyarakat Indonesia di mana masyarakat Indonesia memiliki berbagai perbedaan yaitu perbedaan suku, adat, budaya, agama, keadaan wilayah, dan sebagainya. Dari perbedaan itu tentunya masyarakat Indonesia juga memiliki perbedaan karakter. Dari perbedaan itu, lahirlah Dasar Negara Pancasila yang bertujuan menyatukan perbedaan demi terciptanya perdamaian dan keadilan.

Ragam budaya, adat istiadat, ras, warna kulit, dan agama di miliki oleh bangsa Indonesia. Dengan keragaman itu, tumbuh rasa persatuan yang dibingkai dalam kebhinekaantunggalikaan meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu yaitu satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Interaksi positif dari perbedaan itu sangat diharapkan karena akan menjaga hubungan yang harmonis. Sosiokultural sangat penting untuk diterapkan karena sosiokultural mengatur tingkah laku sesorang dalam kelompok. Saat ini sosiokultural diterapkan di sekolah untuk menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah dan sebagai penguatan karakter profil pancasila peserta didik. Budaya positif ini berpengaruh terhadap perkembangan psikologi peserta didik.

Tujuan dari penerapan Profil Pelajar Pancasila adalah menciptakan generasi yang beriman dan beradab, memupuk tolenransi, mandiri, kreatif, saling membantu, dan bernalar kritis. Untuk mencapai tujuan itu tentunya harus ada contoh dari guru maupuan orang tua peserta didik sebagaimana yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung  Tuladho yang artinya dari depan guru dan orang tua memberikan tauladan kepada anak agar anak bisa mengikuti.

Untuk mencapai profil pelajar pancasila, pihak sekolah harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan peserta didik sehingga peserta didik bisa belajar dengan aman dan nyaman. Adapun contoh pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik adalah guru sebaiknya menggunakan metode dan media pembelajaran yang menarik dan interaktif serta berbasis teknologi. Kemudian lingkungan belajar yang menyenangkan juga sangat perlu untuk mendukung pembelajaran yang efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TELAAH PRAKTIK BAIK PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN ( KESIMPULAN TOPIK 5)

Dalam sejarah perjalanan perjuangan kemerdekaan Indonesia, ada 3 hal yang diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa diantaranya perjuangan kem...