Dari hasil observasi yang saya lakukan, tidak ada tanda atau symbol yang saya dapatkan namun adanya penerapan terkait penghargaan dan penghatan terhadap kebhinekatunggalikaan. Penghayatan nilai-nilai pancasila diterapkan dalam bentuk profil belajar pancasila. Adapaun penerapan profil belajar pancasila yang ada di sekolah yaitu:
1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Setiap peserta didik diharapkan bisa memiliki hubungan yang erat terhadap penciptanya. Untuk menguatkan hubungan itu setiap peserta didik berdoa sebelum belajar berdasarkan keyakinannya masing-masing. Selain itu, peserta didik yang muslim wajib menjalankan sholat dhuhur di mushola yang ada di sekolah. Dan setiap jum’at dilaksanakan sholat dhuha secara berjamaah di lapangan sekolah. Untuk yang nonmuslim dipersilahkan melakukan ibadahnya masing-masing ditempat yang telah disediakan oleh sekolah. Kemudian peserta didik diharapkan memiliki akhlak yang mulia tanpa melihat perbedaan.

2. Berkebhinekaan global
Berbhinekaan global artinya setiap peserta didik diharapkan bisa berinteraksi positif dan memupuk sikap toleransi dengan peserta didik lain yang memiliki perbedaan baik itu perbedaan keyakinan, budaya, ras, adat, maupun warna kulit. Berdasarkan pengamatan saya, setiap peserta didik melakukan interaksi dengan siapapun tanpa memandang perbedaan. Selain itu, guru juga tidak membeda-bedakan peserta didiknya dalam proses pembelajaran di kelas.

3. Gotong royong
“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” semboyan ini diterapkan dalam bentuk gotong royong. Dengan adanya gotong royong, pekerjaan yang sulit akan menjadi ringan dan cepat selesai. Diharapkan peserta didik memiliki sikap bisa bekerja sama dengan orang lain tanpa membedakan status sosial dan perbedaan lainnya. Gotong Royong sudah lama diterapkan di sekolah yang mana setiap pagi peserta didik bekerja sama membersihkan dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Sikap gotong royong juga diterapkan dalam proses pembelajaran dimana peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok dan melakukan kerja sama untuk menyelesaikan tugas proyek seperti yang diterapkan di sekolah setiap hari jum’at yaitu pembuatan pupuk kompos.
4. Mandiri
Pelajar Indonesia adalah pelajar mandiri, yaitu pelajar Pancasila yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Peserta didik diharapkan memiliki kemandirian dalam belajar tanpa guru jelaskan panjang lebar karena guru hanya sebagai fasilitator. Peserta didik juga bertanggung jawab apapun hasil yang didapatkan.

5. Bernalar Kritis
Diharapkan setiap peserta didik mampu mengolah informasi baik itu kualitatif maupun kuantitatif secara objektif. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, tenaga pendidik yang ada di sekolah mengadakan program pembiasaan kepada peserta didik untuk terbiasa membaca buku sebelum proses pembelajaran berlangsung untuk meningkatkan daya nalar kritisnya. Selain itu, sekolah juga mengadakan program rutin yaitu lomba pidato dan debat antar kelas.

6. Kreatif
peserta didik diharapkan memiliki kreatifitas dalam memodifikasi dan menghasilkan karya yang orisinal. Berdasarkan pengamatan saya, ada beberapa kegiatan untuk menumbuhkan kreatifitas peserta didik salah satunya adalah pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas, namun masih sekedar memodifikasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar